Minggu, 11 Maret 2018

Psikologi Perkembangan Anak Modul 1 KB 2 UT PGPAUD

Dulursongo.com | Selamat malam wahai sobat dulursongo.com kali ini akan saya lanjutkan materi ringkasan mata kuliah Psikologi Perekembangan Anak pada Modul 1 KB 2 UT PGPAUD, yang sebelumnya telah kami posting dengan Kegiatan Belajar 1 (KB 1) Nah, kali ini lanjutan dari ringkasan materi pada KB 1 yang lalu. Ini dapat menjadi referensi anda untuk memudahkan anda menunjang dan membantu tugas anda sebagai mahasiswa pada perguruan Pendidikan Guru PAUD. Masih banyak lagi lainnya pada materi mata kuliah yang lain terus buka dan baca perkembangan mata kuliah yang lain di web site kami terus ikuti perkembangan tulisan-tulisan kami yang bermanfaat ini sebagai informasi masa kini yakni dulursongo.com yang unik dan menarik ini. Langsung saja pada inti ringkasannya tersebut.

Psikologi Perkembangan Anak Modul 1 KB 2 UT PGPAUD


A. ISU PERKEMBANGAN 
    Isu yang dihadapi menjadi perdebatan para ahli perkembangan meliputi faktor sebagai          berikut. 
  1. Faktor Herediter (bawaan) vs Faktor Lingkungan   Faktor Faktor nature (mengacu pada biologis seseorang atau bawaan) dan nurture(pengalaman) keduaya mempengaruhi perkembangan manusia, jadi perkembangan merupakan hasil interaksi dari kematangan dan pengalaman. Namun yang lebih penting adalah mengeksplorasi bagaimana factor nature yang kita warisi dapat dibentuk, dimodifikasi dan diarahkan oleh pengalaman lingkungan. 
  2. Perkembangan bersifat aktif vs reaktif   Teori John Locke, bahwa anak kecil adalah tabularasa atau kertas kosong yang akan ditulis oleh masyarakat. Seorang ibu berupaya memberikan motivasi terhadap anak untuk giat membaca yang mulanya malas membaca menjadi bersemangat untuk membaca. 
  3. Kontinuitas vs diskontinuitas  Fokus seberapa banyak perkembangan meliputi perubahan yang bersifat kumulatif dan berangsur-angsur (kontinu) atau meliputi tahapan yang jelas (diskontinu). Misalnya seorang anak bayi mulai berkomunikasi dengan menangis kemudian mengeluarkan bunyi suara “aaa…. Uuu…, taaa… maaa, hingga akhirnya mengucapkan kata. Sedangkan diskontinu meliputi proses mengembangkan cara baru dalam memahami dan merespon lingkungannya, sebagaimana perkembangan kognitif balita berbeda dengan perkembangan remaja. 
  4. Pengalaman Dini vs Kemudian  Berfokus pada seberapa besar pengalaman dini (pada masa bayi) atau pengalaman di kemudian hari menjadi penentu perkembangan anak. Misalnya bayi yang sering diayun akan menjadi atlet yang handal. Namun tanpa perhatian dan pengalaman dalam pengasuhan maka  di kemudian hari tidak akan optimal. Sebab pengalaman di kemudian hari dapat dibentuk sepanjang hidupnya.  Sedangkan di negara Asia percaya bahwa pengalaman yang terjadi sekitar 6-7 tahun merupakan aspek yang lebih penting bagi perkembangan , hal ini berakar dari keyakinan budaya timur yang menyatakan bahwa penalaran anak mulai berkembang pada usia sekolah.  
  5. Urutan perkembangan sama vs berbeda  Para ahli perkembangan anak menyadari bahwa anak tumbuh dalam konteks yang berbeda. Kombinasi yang unik dari kondisi pribadi dan lingkungan dapat menghasilkan jalan yang berbeda. Misalnya anak pemalu yang takut bertemu dengan banyak orang berkembang dalam konteks yang sangat berbeda dari temannya yang supel, yang sengan bertemu dengan orang lain.  
  6. Kekuatan yang mempengaruhi perubahan perkembangan: karakteristik individual vs pengaruh kontekstual dan budaya.  Apakah tingkah laku anak di rumah dan di sekolah berbeda?. Menurut psikolog perkembangan berbeda dalam penekanan pengaruh individual dan pengaruh situasional/kontekstual. Contoh anak agresif akan bergabung dengan kelas karate daripada mengikuti paduan suara atau club catur. Sebaliknya anak yang sama mungkin akan bersikap lebih ramah, kooperatif dalam setting yang tidak menolelir dirinya untuk bertingkah laku agresif. 
  7. Evaluasi terhadap isu-isu perkembangan  Para ahli teori percaya bahwa perubahan yang bersifat kontinu dan diskontinu dapat terjadi. Mereka juga mengakui bahwa perkembangan memiliki ciri-ciri universal maupun yang khas untuk tiap individu dan konteksnya. Dan bahwa sejumlah pertumbuhan dipengaruhi oleh saling keterkaitan antara factor heriditas dan lingkungan. 
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN
  1. Herediter, Lingkungan, Dan Kematangan  Kita perlu mempertimbangkan bagaimana faktorheriditas dan lingkungan berinteraksi. Kita perlu memahami perkembangan mana yang sangat dipengaruhi oleh kematangan dan mana yang tidak. Kita perlu mengetahui hal-hal yang mempengaruhi sebagian besar orang pada usia atau waktu tertentu bersdasarkan sejarah. Juga hal-hal yang mempengaruhi seseorang secara individual. Selanjutnya kita juga perlu melihat bagaimana factor waktu dapat mempengaruhi perkembangan dalam kehidupan seseorang. (Papalia, dkk). 
  2. Konteks perkembangan  Keluarga, status sosial-ekonomi dan lingkungan tempat tinggal, budaya dan ras/kelompok etnik, konteks historis (perjalanan hidup seseorang). Ada dua bentu susunan keluarga yang umum ditemukan, yaitu nuclear-family dan extended-family. Nuclear-family atau keluarga inti dapat diatikan sebagai unt rumah tangga yang terdiri dari satu atau dua orang tua dan anak-anak, baik anak biologis, anak adopsi atau anak tiri. Extended-family atau keluarga besar merupakan jaringan hubungan multi generasi yang terdiri dari kakek-nenek, paman-bibi, sepupu, dan saudara-saudara yang lebih jauh hunbungannya (papalia dkk, ) Status sosial-ekonomi membatasi pilihan tempat tinggal kelarga. Menurut para peniliti komposisi lingkungan tempat tinggal dapat mempengaruhi perkembangan seorang anak.  Budaya mengacu pada keseluruhan cara hidup masyarakat meliputi adat, tradisi, belief (keyakinan), nilai, bahasa, dan produk-produk fisik dari alat hingga karya seni. Semua tingkah laku tersebut diwariskan pada anggota kelompok, masyarakat budaya tersebut.  
  3. Pengaruh normatif dan Nonnormatif  Pengaruh normative adalah kejadian-kejadian biologis atau yang berhubungan dengan lingkungan yang mempengaruhi sebagian besar orang di dalam masyarakat. Pengaruh ini terbagi menjadi dua yaitu,  normative age-graded influences (usia tertentu, missal menopouse) dan normative history-graded influences (tingkah laku dan sikap dari generasi historikal).  Pengaruh non normative adalah pengaruh yang berupa kejadian yang tidak basa yang berpengaruh pada kehidupan seseorang karena mengganggu urutan siklus hidup yang normal, seperti mesntruasi. 
  4. Pengaruh waktu: periode sensitif atau kritis waktu tertentu ketika muncul suatu kejadian  ataupun ketidakhadiran suatu kejadian mempunyai pengaruh khusus pada perkembangan seseorang. Contoh seorang anak yang kurang mendapatkan pengalaman tertentu selama periode kritis dapat menunjukkan hambatan dalam perkembangannya. Namun hambatan itu dapat diperbaiki misalnya dengan mengikutsertakan anak pada program remedial. 
Baca juga : 
Demikian ringkasan pada mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak Modul 1 KB 2 UT PGPAUD, ini dapat digunakan dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan bahan presentasi sebagai salah satu tugas yang harus disusun oleh mahasiswa UT PGPAUD, terus ikuti perkembangan tulisan-tulisan ringkasan pada mata kuliah yang lain tunggu postingan berikutnya akan kami tulis terus untuk anda semua sobat dulursongo.com Salam hangat dari kami dulursongo.com semoga artikel ringkasan ini bermanfaat untuk anda. Aamiin 


www.dulursongo.com | 11 Maret 2018  
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Silahkan di Like Dulu ya kawan..!!!

×