Sabtu, 22 September 2018

PERMENDIKBUD NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

PERMENDIKBUD NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

DULURSONGO.COM ~  Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Permendikbud ini menimbang bahwa pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler; bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik melalui pengembangan bakat, minat, dan kreativitas serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain. 

Dan dengan telah berlakunya Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 ini, ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum yang mengatur mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.  

Berikut isi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah:  
Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1.   Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
2.   Satuan pendidikan adalah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).

Pasal 2

Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Pasal 3

(1)  Kegiatan Ekstrakurikuler terdiri atas:
a.   Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib; dan
b.   Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan.
(2)  Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
(3)  Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berbentuk pendidikan kepramukaan.
(4)  Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan Kegiatan Ekstrakurikuler yang dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan sesuai bakat dan minat peserta didik.
(5)  Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat berbentuk latihan olah-bakat dan latihan olah-minat.  

Pasal 4

(1)  Pengembangan berbagai bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dilakukan dengan mengacu pada prinsip:
a.   partisipasi aktif; dan
b.   menyenangkan.
(2)  Pengembangan berbagai bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dilakukan melalui tahapan:
a.   identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik;
b.   analisis sumber daya yang diperlukan untuk penyelenggaraannya;
c.   pemenuhan kebutuhan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya;
d.   penyusunan program Kegiatan Ekstrakurikuler; dan
e.   penetapan bentuk kegiatan yang diselenggarakan;  
Pasal 5
(1)  Satuan pendidikan wajib menyusun program Kegiatan Ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah.
(2)  Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat:
a.   rasional dan tujuan umum;
b.   deskripsi setiap kegiatan ekstrakurikuler;
c.   pengelolaan;
d.   pendanaan; dan
e.   evaluasi.
(3)  Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disosialisasikan kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.

Pasal 6

(1)  Pelaksanaan program Kegiatan Ekstrakurikuler mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada gugus sekolah atau klaster sekolah.
(2)  Penggunaan sumber daya bersama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) difasilitasi oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 7

(1)  Satuan pendidikan memberikan penilaian terhadap kinerja peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler secara kualitatif dan dideskripsikan pada rapor peserta didik.
(2)  Satuan pendidikan melakukan evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler pada setiap akhir tahun ajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan.
(3)  Hasil evaluasi Program Kegiatan Ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk penyempurnaan Program Kegiatan Ekstrakurikuler tahun ajaran berikutnya.

Pasal 8

Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menggunakan Pedoman sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 9

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum yang mengatur mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.  

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan pada tanggal 11 Juli 2014.

Selanjutnya, berikut isi dari Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah:

PEDOMAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

I. PENDAHULUAN

Kurikulum 2013 dilaksanakan mulai tahun 2013. Dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 disusun perangkat kurikulum yang meliputi:

1.   Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
2.   Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah.
3.   Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.
4.   Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan.
5.   Pedoman Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
6.   Pedoman Muatan Lokal Kurikulum 2013.
7.   Pedoman Kegiatan Ektrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
8.   Pedoman Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
9.   Pedoman Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
10. Pedoman Sistem Kredit Semester pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
11. Pedoman Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
12. Pedoman Evaluasi Kurikulum 2013.
13. Pedoman Peminatan pada Pendidikan Menengah.
14. Pedoman Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
15. Pedoman Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Pedoman ini khusus mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Kegiatan Ekstrakurikuler dapat menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik, serta memberikan manfaat sosial yang besar dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain. Disamping itu Kegiatan Ekstrakurikuler dapat memfasilitasi bakat, minat, dan kreativitas peserta didik yang berbeda-beda.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 53 ayat (2) butir a dan pada Pasal 79 ayat (2) butir b menyatakan bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler termasuk di dalam rencana kerja tahunan satuan pendidikan, dan Kegiatan Ekstrakurikuler perlu dievaluasi pelaksanaannya setiap semester oleh satuan pendidikan.  

II. TUJUAN PEDOMAN
Tujuan pedoman ini untuk menjadi acuan bagi:

1.   kepala sekolah sebagai penanggung jawab Kegiatan Ekstrakurikuler di satuan pendidikan,
2.   tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan instruktur sebagai pengembang dan pembina Kegiatan Ekstrakurikuler, dan
3.   komite sekolah/madrasah sebagai mitra sekolah yang mewakili orang tua peserta didik dalam pengembangan program dan dukungan pelaksanaan program ekstrakurikuler.

Serta menjadi arahan operasional bagi satuan pendidikan dalam perencanaan, pengembangan, pelaksanaan dan penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler di tingkat satuan pendidikan.  

III. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

A. Pengertian

Pengertian dari beberapa istilah yang terdapat dalam pedoman ini sebagai berikut.

1.   Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan, bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan.
2.   Kegiatan Ekstrakurikuler wajib adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang wajib diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.
3.   Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan adalah Kegiatan Ekstrakurikuler yang dapat dikembangkan dan diselenggarakan oleh satuan pendidikan dan dapat diikuti oleh peserta didik sesuai bakat dan minatnya masing-masing.

B. Bentuk

Bentuk Kegiatan Ekstrakurikuler dapat berupa:

1.   Krida, misalnya: Kepramukaan, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
2.   Karya ilmiah, misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
3.   Latihan olah-bakat latihan olah-minat, misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
4.   Keagamaan, misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, baca tulis alquran, retreat; atau
5.   Bentuk kegiatan lainnya.  

C. Prinsip

Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip: (1) partisipasi aktif yakni bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing; dan (2) menyenangkan yakni bahwa Kegiatan Ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.

D. Lingkup

Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler meliputi:

1.   Individual, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
2.   Berkelompok, yakni Kegiatan Ekstrakurikuler yang diikuti oleh peserta didik secara:
a.   Berkelompok dalam satu kelas (klasikal).
b.   Berkelompok dalam kelas paralel
c.   Berkelompok antarkelas.  

E. Mekanisme

1. Pengembangan

Kegiatan Ekstrakurikuler dikelompokkan menjadi Kegiatan Ekstrakurikuler wajib dan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan. Dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Kepramukaan merupakan ekstrakurikuler wajib.

Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan diperuntukan bagi peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi kepramukaan setempat/terdekat dengan mengacu kepada Pedoman dan Prosedur Operasi Standar Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib.

Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta didik sesuai bakat dan minat peserta didik. Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler pilihan di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui tahapan: (1) analisis sumber daya yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler; (2) identifikasi kebutuhan, potensi, dan minat peserta didik; (3) menetapkan bentuk kegiatan yang diselenggarakan; (4) mengupayakan sumber daya sesuai pilihan peserta didik atau menyalurkannya ke satuan pendidikan atau lembaga lainnya; (5) menyusun Program Kegiatan Ekstrakurikuler.

Satuan pendidikan wajib menyusun program Kegiatan Ekstrakurikuler yang merupakan bagian dari Rencana Kerja Sekolah. Program Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan mempertimbangkan penggunaan sumber daya bersama yang tersedia pada gugus/klaster sekolah. Penggunaannya difasilitasi oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan kewenangan masing-masing. Program Kegiatan Ekstrakurikuler disosialisasikan kepada peserta didik dan orangtua/wali pada setiap awal tahun pelajaran.

Sistematika Program Kegiatan Ekstrakurikuler sekurang-kurangnya
memuat:

a.   rasional dan tujuan umum;
b.   deskripsi setiap Kegiatan Ekstrakurikuler;
c.   pengelolaan;
d.   pendanaan; dan
e.   evaluasi  

2. Pelaksanaan
Penjadwalan Kegiatan Ekstrakurikuler Pilihan dirancang di awal tahun pelajaran oleh pembina di bawah bimbingan kepala sekolah/madrasah atau wakil kepala sekolah/madrasah. Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler diatur agar tidak menghambat pelaksanaan kegiatan intra dan kokurikuler.

3. Penilaian

Kinerja peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler perlu mendapat penilaian dan dideskripsikan dalam raport. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan pencapaian kompetensi peserta didik dalam Kegiatan Ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.

Peserta didik wajib memperoleh nilai minimal “baik” pada Pendidikan Kepramukaan pada setiap semesternya. Nilai yang diperoleh pada Pendidikan Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu mendapat bimbingan terus menerus untuk mencapainya.

4. Evaluasi

Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler dilakukan untuk mengukur ketercapaian tujuan pada setiap indikator yang telah ditetapkan dalam perencanaan satuan pendidikan.

Satuan pendidikan hendaknya mengevaluasi setiap indikator yang sudah tercapai maupun yang belum tercapai. Berdasarkan hasil evaluasi, satuan pendidikan dapat melakukan perbaikan rencana
tindak lanjut untuk siklus kegiatan berikutnya.  

5. Daya Dukung
Daya dukung pengembangan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler meliputi:

a. Kebijakan Satuan Pendidikan

Pengembangan dan pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler merupakan kewenangan dan tanggung jawab penuh dari satuan pendidikan. Oleh karena itu untuk dapat mengembangkan dan melaksanakan Kegiatan Ekstrakurikuler diperlukan kebijakan satuan pendidikan yang ditetapkan dalam rapat satuan pendidikan dengan melibatkan komite sekolah/madrasah baik langsung maupun tidak langsung.

b. Ketersediaan Pembina

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler harus didukung dengan ketersediaan pembina. Satuan pendidikan dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan pembina.

c. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Satuan Pendidikan

Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler memerlukan dukungan berupa ketersediaan sarana dan prasarana satuan pendidikan. Yang termasuk sarana satuan pendidikan adalah segala kebutuhan fisik, sosial, dan kultural yang diperlukan untuk mewujudkan proses pendidikan pada satuan pendidikan. Selain itu unsur prasarana seperti lahan, gedung/bangunan, prasarana olahraga dan prasarana kesenian, serta prasarana lainnya.

IV. PIHAK YANG TERLIBAT

Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler antara lain :

1. Satuan Pendidikan

Kepala sekolah/madrasah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan pembina ekstrakurikuler, bersama-sama mewujudkan keunggulan dalam ragam Kegiatan Ekstrakurikuler sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh tiap satuan pendidikan.

2. Komite Sekolah/Madrasah

Sebagai mitra sekolah memberikan dukungan, saran, dan kontrol dalam mewujudkan keunggulan ragam Kegiatan Ekstrakurikuler.

3. Orangtua
Memberikan kepedulian dan komitmen penuh terhadap keberhasilan Kegiatan Ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.

V. PENUTUP

Pedoman ini disusun sebagai arahan operasional dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.

dulursongo.com ~ 24 September 2018 
Selengkapnya

Jumat, 21 September 2018

Solusi Bagi Guru Honorer Tak Penuhi Syarat Daftar CPNS

Solusi Bagi Guru Honorer Tak Penuhi Syarat Daftar CPNS

DULURSONGO.COM | Terkait protes guru honorer yang mempersoalkan batasan usia 35 tahun dalam syarat pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), pemerintah telah mencari solusinya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) telah melakukan rapat terbatas (ratas) di Istana Negara (21/9). 

Menurutnya jika nantinya guru honorer tak memenuhi syarat sebagai PNS, akan diupayakan diangkat melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Paling memungkinkan ya PPPK. Tidak terlalu beda dengan PNS, hanya PPPK tidak ada pensiunan,” kata Mendikbud Muhadjir yang dulursongo.com  kutip dari Republika (22/09/18).

Adapun bagi honorer yang tidak lolos dalam pengangkatan PPPK, Mendikbud tetap mengusulkan agar pemerintah daerah memberikan mereka status tenaga tidak tetap, dengan pendapatan setara upah minimum regional (UMR).

“Itu upaya yang kami rencanakan untuk mengatasi persoalan jangka panjang,” kata Mendikbud.

Mendikbud juga telah mengusulkan agar KemenPAN-RB, memasukkan masa pengabdian honorer sebagai pertimbangan dalam penerimaan CPNS. Selain juga mempertimbangkan kualifikasi akademis.

dulursongo.com | 22 September 2018 
Selengkapnya

Senin, 17 September 2018

LINK GENERATE PREFILL APLIKASI DAPODIK VERSI 2019 TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SEMESTER 1

LINK GENERATE PREFILL APLIKASI DAPODIK VERSI 2019 TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SEMESTER 1

DULURSONGO.COM | Sahabat Operator Dapodikdasmen jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB yang berbahagia... Dalam memulai pekerjaan entry data di aplikasi Dapodik pada semester 1 tahun pelajaran, selain menggunakan mekanisme registrasi secara online juga dapat dilakukan dengan mekanisme registrasi offline. Khusus untuk registrasi secara offline terlebih dahulu diperlukan file prefill terlebih sebagai database dari semua data terakhir yang telah berhasil kita kirimkan ke server Dapodikdasmen sebelumnya.

Untuk proses generate dan unduh/download prefill Dapodikdasmen Versi 2019 secara umum untuk langkah-langkah maupun caranya tidak berbeda dengan sebelumnya. Sebagai berikut:
1.   Kunjungi salah satu dari links generate dan unduh prefill pada links utama ataupun pada salah satu links alternatif generate dan download prefill aplikasi Dapodik V. 2019 untuk jenjang SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK di bawah ini:

a.   Prefill Alternatif 1 : http://118.98.166.39/prefill_dikdasmen_2019
b.   Prefill Alternatif 2 : http://118.98.166.39/prefill_dikdasmen_2019
c.   Prefill Alternatif 3 : http://118.98.166.81/prefill_dikdasmen_2019
d.   Prefill Alternatif 4 : http://118.98.166.83/prefill_dikdasmen_2019
e    Prefill Alternatif 5 : http://118.98.166.87/prefill_dikdasmen_2019
f.    Prefill Alternatif 6 : http://202.43.72.194/prefill_dikdasmen_2019

2.   Setelah berhasil tampil halaman generate dan unduh prefill Dapodik semester 1 tahun pelajaran 2018/2019, silahkan langsung pilih jenjang pendidikan Anda lalu masukkan Username dan Password Dapodik serta kode registrasi Dapodik dari sekolah Anda.

3.   Tunggu proses generate prefill sesaat, setelah ada konfirmasi selesai dan sudah ada tombol download prefill, silahkan klik pada links “Download”.

4.   Cek di folder file prefill yang sudah Anda download tadi (biarkan nama file apa adanya, jangan di ubah nama / rename), lalu pindahkan file tersebut di nama folder Prefill_Dapodik yang ada di drive C.

5.   Silahkan lakukan registrasi aplikasi Dapodik Versi 2019.

6.   Selesai, semoga berhasil... Aamiin

Demikian share info cara generate dan links unduh prefill aplikasi Dapodik Versi 2019. Semoga bermanfaat dan terimakasih.


dulursongo.com | 18 September 2018 
Selengkapnya

Jumat, 14 September 2018

Ini Formasi Penerimaan CPNS 2018 Kota Mojokerto

Ini Formasi Penerimaan  CPNS 2018  Kota Mojokerto

INFORMASI PENDIDIKAN DAN GURU, CPNS |  Tahun 2018 ini, Pemkab Mojokerto akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada sebanyak 348 orang yang dibutuhkan setelah tujuh tahun kepemimpinan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa tidak menerima CPNS. 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Hery Suwito mengatakan, saat ini jumlah PNS di lingkup Pemkab Mojokerto sebanyak 8.076 orang. "Idealnya, sesuai analisis data dan tingkat kerja sebanyak 13.664 orang. Kekurangan ini perlu dipertimbangkan," ungkapnya, Rabu (24/1/2018).

Selain kekurangan tenaga perlu dipertimbangkan, kemampuan keuangan daerah agar tetap berimbang dan urgensi permasalahan harus perlu dijawab. Sehingga Pemkab Mojokerto tahun 2018 ini, mengajukan ke Kemenpan terkait CPNS dengan mekanisme P formasi.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa menambahkan, pihaknya mengajukan formasi CPNS sebanyak 1 ribu. "Namun, tahun ini disetujui hanya 348 orang. Ini merupakan penerimaan CPNS pertama atau tujuh tahun setelah saya menjadi bupati," katanya. 

Menurutnya, pengajuan penerimaan CPNS di lingkup Pemkab Mojokerto dirasa sudah cukup mendesak. Yakni dengan dasar pesatnya pembangunan di Kabupaten Mojokerto, namun Pemkab Mojokerto masih kekurangan tenaga insinyur dan arsitek. Jumlah insinyur di Pemkab Mojokerto jauh dari kata ideal. 

"Saat ini, kita hanya punya teknik sipil sebanyak 10 orang dan mereka harus mengatasi di semua sektor. Selain itu, kita juga tidak ada arsitektur dan minim tenaga akuntan. Kita lebih butuh tenaga insinyur dan akuntan karena tuntutan percepatan pembangunan," ujarnya.

Bupati menegaskan, jika insinyur dan tenaga akuntan amburadul maka akan bermasalah. Sebanyak 348 CPNS tersebut terdiri beberapa formasi seperti, 122 akuntasi, 120 teknik sipil, 20 arsitek, 20 sarjana hukum, 10 insinyir pertanian, 10 insinyur perikanan, 5 pariwisata dan 20 IT.  

"Namun kita punya syarat dalam penerimaan CPNS ini, yakni IP minimal 3,0 dan dari universitas negeri atau sudah agreditasi A. Universitas swasta tidak diterima karena revolusasi birokrasi, kita sudah ajukan dan disetujui. Pelaksaan belum tahu kapan tapi yang jelas tahun ini," tuturnya. 

Untuk mencari tenaga melalui penerimaan CPNS sesuai harapan tersebut, lanjut bupati, Pemkab Mojokerto menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurutnya, jika semua PNS di lingkup Pemkab Mojokerto handal, disiplin dan pinter maka apa yang diharapkan pemerintah pusat bisa terpenuhi. 

"Kita memang butuh yang muda-muda dan pintar karena PNS kita sudah tua dan tidak paham. Sementara tenaga honorer yang kita miliki tidak bagus, kedepan akan kita tindaklanjuti. Yakni tahun 2019, kita akan melakukan penerimaan CPNS untuk tenaga guru, perawat dan dokter," jelasnya yang dikutip dulursongo.com dari beritajatim.com (15/9/18). 

dulursongo.com | 15 September 2018 
Selengkapnya

Selasa, 11 September 2018

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019

DULURSONGO.COM | Salam semangat buat kita semuanya, pada postingan kali ini admin ingin membagikan informasi seputar Permasalahan serta Solusi dari Dapodik PAUD 2018/2019. 
Melihat banyaknya pertanyaan serta permasalahan yang ditemukan oleh  rekan-rekan OPS dan Bunda-bunda PAUD. Oleh karena itu, pada blog ini admin ingin membantu rekan-rekan semuanya sehingga dapodik yang dikelola semuanya sukses di kerjakan. 

Berikut ini beberapa Permasalahan yang ditemukan oleh rekan-rekan sekalian, dan belum sempat admin balas pertanyannya baik di Group FB secercahilmu25 maupun di kolom komentar sebelumnya admin mohon serta mengucapkan terimakasih kepada semuanya yang telah berpartisipasi. Disini admin akan mencoba mengkupas tuntas. Silahkan disimak sampai selesai. 

Kumpulan Permasalahan dan Solusi dari Dapodik PAUD 2018/2019 :

Permasalahan

1. Bagaimana Cara Mendapatkan Kode Registrasi serta Memilih Metode Sinkronisasi Dapodik PAUD 2018/2019?

Solusi

Untuk Dapodik PAUD v.3.3.0 Semester Ganjil 2018/2019, sebelum melakukan registrasi dapodik paud, terlebih dahulu memilih metode sinkronisasi serta mengambil kode registrasi dapodik di manajemen.padu-dikmas. 

Untuk informasi selengkapnya, silahkan Baca berikut ini:
Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

2. Bagaimana admin untuk mendapatkan kode registrasi dan memilih metode sinkronisasi, kami tidak bisa mengakses manajemen.paud-dikmas?

Solusi

Bagi rekan-rekan yang mengalami permasalahan seperti ini, tidak usah bingung dan bimbang karena masih ada solusi lainnya. Rekan-rekan sekalin cukup lakukan Daftar Baru di halaman Manajemen Dapodik PAUD dan Dikmas, tapi terlebih dahulu harus sudah menyiapkan Kode Registrasi 36 Karakter. 

Admin, itulah yang menjadi permasalahan kami tidak bisa mengaksesnya bagaimana solusinya?

Solusinya, rekan-rekan tinggal menghubungi dinas setempat untuk meminta Kode Registrasi Dapodik PAUD sekolah rekan. 

Silahkan, Setelah berhasil melakukan Daftar Baru, rekan-rekan tinggal melakukan Uninstall dan Installasi Dapodik PAUD 2018/2019.
Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

3. Mengirimkan Data Registrasi Gagal di 30%, bagaimana solusinya?

Solusi

Apabila rekan sekalian mendapati gagal registrasi di 30%, hal ini dikarenakan dapodikpaud di semester genap 2017/2018 sebelumnya telah di install di komputer lain. Untuk dapodikpaud tahun ini yang akan di install di komputer baru atau beda dengan kemaren, silahkan rekan lakukan Daftar Baru di manajemen.paud-dikmas. 

Sebelum melakukan Daftar Baru, rekan sekalian sudah menyiapkan Kode Registrasi 36 Karakter. Apabila belum memiliki silahkan hubungi dinas setempat untuk mendapatkan kodenya. 

Bagaimana cara solusi Data Registrasi Gagal di 30%? Silahkan... 
Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

4. Bagaimana Cara Mendapatkan File Prefill Registrasi Dapodik?

Solusi

Solusi, apabila pada saat registrasi dapodik tampil file prefill rekan sekalian cukup gunakan jaringan internet untuk melakukan registrasi sehingga file prefill tidak akan muncul lagi. So, kita tinggal isikan username, password dan kode registrasi. 

File Preffill muncul pada saat registrasi, karen kita melakukan registrasi secar offline.
Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

5. Admin, bolehkah merest dapodikpaud? Bagaimana solusinya kalau sudah tereset?

Solusi
Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019

Sesuai dengan pemberitahuan diatas, dilarang melakukan reset pengguna, karena akan mengganti kode registrasi 36 digit apabila terlanjur maka silahkan hubungi admin dinas pendidikan untuk mendapatkan kode registrasi. 

Permasalahan

6. Kenapa nama Kepala Sekolah tidak Muncul di dapodikpaud v.3.3.0?

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Solusi

Ada beberapa hal yang menyebabkan nama Kepala Sekolah Belum Dipilih di Dapodikpaud setelah melakukan registrasi:

1. Bisa saja data PTK di menu PTK belum tampil. Apabila belum tampil silahkan lakukan Salin Penugasan di Tab Menu Action. 

2. Bisa saja data Jenis PTK pada Data PTK belum dipilih menjadi Kepala Sekolah. 

Silahkan...
Permasalahan

7. Apakah ada solusi untuk meluluskan peserta didik dengan cepat dan mudah?

Solusi

Solusi cepat dan mudah untuk meluluskan banyaknya data peserta didik yaitu Menggunakan Tab Action Menu Luluskan Peserta Didik pada Menu Rombongan Belajar. Bagaimana caranya, silahkan...
Cara lainnya,  menggunakan Menu Peserta Didik, caranya...

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

8. Admin, bagaimana cara mengeluarkan dan mengembalikan Peserta Didik di Dapodikpaud?

Solusi

Solusinya, silahkan Baca Disini: Cara Mengeluarkan dan Mengembalikan Peserta Didik di Dapodikpaud

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Permasalahan

9. Barangkali, permasalahan kali ini sering rekan temui pada saat melakukan input data Pesert Didik yaitu Gagal menyimpan, mohon isi form dengan benar. Field yang salah ditandai dengan kota merah. 

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Solusi

Intinya pada saat kita melakukan input data Peserta Didik diharapkan untuk lebih fokus dan hati-hati, karena salah pengisiat satu data saja akan menyebabkan error dan errornya pun terkadang kita tidak mengenali dimana kesalahannya. Oleh karena itu, agar kita tahu apa-apa saja hal sensitif dalam pengisian data Peserta Didik, silahakan... 
Permasalahan

10. Bagaimana cara meluluskan Peserta Didik yang Terdaftar Sebagai Kembali Bersekolah?

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Solusi

Silahkan Baca Disini : Cara Meluluskan Data Peserta Didik Terdaftar Sebagai Kembali Bersekolah di Dapodikpaud
Permasalahan

11. Kenapa pada saat Sinkronisasi Dapodik PAUD di 40% Gagal?

Solusi

Solusinya silahkan Baca Disini : Solusi Gagal Sinkronisasi Mengirim Data di 40% Dapodikpaud

Kumpulan Permasalahan dan Solusi Dapodik PAUD v.3.3.0 T.A 2018/2019
Demikianlah beberapa permasalahan yang sering muncul dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan rekan-rekan sekalian bagi pertanyaan yang belum terjawab disini admin kupas tuntas solusinya. Semoga bermanfaat dan terimakasih... 

dulursongo.com | 11 September 2018 
Selengkapnya

CATAT! Guru Zaman Now Harus Menguasai HOTS

CATAT! Guru Zaman Now Harus Menguasai HOTS


DULURSONGO.COM |  Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengungkapkan penerapan mata pelajaran (mapel) informatika akan terganjal bila guru dan fasilitasnya tidak mendukung. Walaupun saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) banyak SMP dan SMA yang menjadi penyelenggaranya tapi bukan berarti fasilitasnya ada. Faktanya banyak sekolah yang meminjam komputer di sekolah lain.

Begitu juga dengan kualitas guru. Dulu ada mapel TIK (teknologi informasi dan komunikasi) tapi isinya sangat berbeda dengan informatika. TIK hanya mengajarkan bagaimana siswa menggunakan komputer. Sekarang mapel informatika mengajarkan siswa bagaimana membuat aplikasi dan berpikir HOTS (high order thinking skills).

“Guru-guru kita harus belajar dan mengembangkan diri karena sekarang sudah jadi zamannya internet of thinking. Jadi bukan hanya siswa yang harus berpikir computational thinking, gurunya juga harus mengubah mindset-nya. Guru zaman now harus kuasai HOTS,” beber Indra di depan guru-guru TIK se-Indonesia, Sabtu (1/9).

Yang jadi pekerjaan bersama, menurut Indra, adalah bagaimana menyiapkan anak-anak menghadapi era computational thinking. Tidak usah jauh-jauh ke daerah Papua yang akses internetnya susah. Di Jakarta saja ada daerah yang sangat minim fasilitas internetnya.

“Yang harus disiapkan pemerintah adalah bagaimana mendesain program ini ke depan. Dan, harus diingat Informatika bukan mengajarkam anak jadi programmer komputer. Tujuan utamanya adalah menjadikan anak berpikir HOTS," tegas Indra.yang dulursongo.com kutip dari jpnn.com 

dulursongo.com | 11 September 2018 
Selengkapnya

PENERIMAAN CPNS 2018, KEMDIKBUD USULKAN 100 RIBU GURU PNS BARU DARI HONORER DAN UMUM

PENERIMAAN CPNS 2018, KEMDIKBUD USULKAN 100 RIBU GURU PNS BARU DARI HONORER DAN UMUM

DULURSONGO.COM | Terkait dengan adanya seleksi penerimaan CPNS Tahun 2018, khusus dalam bidang pendidikan khususnya tenaga guru, Kemdikbud telah mengusulkan sebanyak 100 ribu guru baik dari jalur honorer maupun dari jalur tes umum untuk dapat menjadi CPNS.

Sebagaimana admin rilis dari situs Kemdikbud.go.id bahwasannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan sudah mendapatkan sinyal persetujuan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) terkait usulan pengangkatan 100 ribu guru baru. Proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Alhamdulillah, kita usulkan 100 ribu guru PNS baru dan sudah kita bicarakan dengan bapak Wakil Presiden. Insyaallah juga disetujui Menpan RB untuk tahun ini sebanyak 100 ribu CPNS seperti sudah disampaikan sebelumnya,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy, di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Mendikbud kembali menegaskan bahwa penentuan proporsi guru yang diangkat baik dari honorer maupun kategori guru CPNS jalur umum, bukanlah kewenangannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya akan menyampaikan kriteria-kriterianya sesuai kebutuhan.

“Jadi 100 ribu itu tidak musti dari honorer semua ya, walaupun honorer tetap akan diprioritaskan untuk mengikuti seleksi,” terang Mendikbud sekaligus meluruskan isu yang beredar tentang pengangkatan khusus guru honorer.

Lebih lanjut, disampaikan Muhadjir bahwa saat ini paling tidak dibutuhkan 736 ribu guru PNS baru. Kebutuhan tersebut untuk mengganti guru-guru yang pensiun, maupun penempatan di sekolah-sekolah baru, dan sekolah-sekolah di daerah khusus.

“Penambahannya dilakukan bertahap setiap tahun mulai tahun ini dengan jumlah kuota yang signifikan setelah beberapa tahun ditetapkan moratorium pengangkatan guru PNS,” kata guru besar Universitas Negeri Malang ini.

Demikian share informasi mengenai usulan pengangkatan guru menjadi PNS baik dari jalur honorer maupun dari jalur tes / seleksi umum dalam penerimaan CPNS di tahun 2018 ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih. 

dulursongo.com | 11 September 2018 
Selengkapnya
Silahkan di Like Dulu ya kawan..!!!

×