Jumat, 04 Mei 2018

Setiap Tahun Pemerintah akan Mengangkat 100 Ribu Guru

Dulursongo.com | Kekurangan guru di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengakui setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun, sehingga setiap tahun masalah kekurangan guru semakin serius.

Angka pasti penerimaan guru belum disetujui. Namun direncanakan setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru. Paling lama sekitar tujuh tahun ke depan, tenaga guru sudah terpenuhi. Kemendikbud saat ini memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. 
Setiap Tahun Pemerintah akan Mengangkat 100 Ribu Guru


Untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, Mantan Rektor Universitas MUhammadiyah Malang (UMM) itu mengajak segenap pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya peningkatan standar pendidikan. Salah satunya diawali dengan kalibrasi kemampuan tenaga pendidik agar setara dan semakin baik, serta peningkatan kualitas penilaian hasil belajar siswa.

"Standar yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA (Programme for International Student Assessment). Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita," kata Muhadjir yang dulursongo.com kutip dari Republika (23/04/2018).

Pemerintah secara bertahap mendorong pembelajaran abad 21 yang salah satu cirinya adalah penalaran. Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk mampu mengajar dan melakukan evaluasi atau penilaian hasil belajar siswa dengan metode yang mendorong penalaran tingkat tinggi.


"Kita harus menyiapkan generasi muda kita agar sesuai dengan zamannya. agar mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berharap para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Jawa Timur selalu bersinergi. Ada tiga hal yang perlu menjadi fokus bersama, yakni kompetensi, karakter, dan literasi," kata Mendikbud.

dulursongo.com | 05 Mei 2018 
Selengkapnya

Kamis, 19 April 2018

Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar

Dulursongo.com | Keberhasilan sebuah program apabila pelaksanaannya dilakukan secara sungguh-sungguh, berkesinambungan, pengawasan, pendampingan serta evaluasi. Untuk itu diperlukan layanan supervisi dalam kelangsungan pendidikan terutama dalam proses pembelajaran.

Supervisi merupakan suatu layanan dari atasan kepada bawahan dengan memberikan pengarahan guna mengembangkan kinerja menjadi lebih baik. Kegiatan supervisi disebut pula sebagai kegiatan mengawasi atau pengawasan. 

Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar



Baca juga : 
Supervisi pembelajaran tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Esensi supervisi pembelajaran sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugasnya.

Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, yaitu model saintifik, model artistik dan model Klinis.

Sedangkan berdasarkan cara bagaimana pengawas dan kepala sekolah bersama guru melakukan perbaikan dan siapa yang lebih dominan di antara keduanya, maka dibedakan tiga macam pendekatan, yaitu direktif, kolaboratif dan non-direktif. 


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Buku panduan ini disusun sebagai acuan bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru dalam menyusun program/kegiatan terkait dengan pelaksanaan supervisi di sekolah dasar. Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar dapat didownload melalui tautan berikut ini:


Panduan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam mengoptimalkan pelaksanaan supervisi pembelajaran sekolah dasar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum, mutu pembelajaran secara khusus. Di samping itu dapat dimanfaatkan sebagai upaya dalam meningkatkan program pengoptimalisasi pelaksanaan supervisi di sekolah.

Dulursongo.com | 19 April 2018 
Selengkapnya

Kumpulan Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9

Dulursongo.com | Kelas 5 jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sederajat telah menggunakan Kurikulum 2013 (K13). Kurikulum baru ini menggunakan pendekatan tematik terpadu. Setiap tema terdiri dari 3 subtema dan setiap subtema dilaksanakan sebanyak 6 pembelajaran dan di akhir subtema dilaksanakan penilaian atau ulangan harian.

Pada kelas 5 SD/MI tema 9 adalah Benda-benda di sekitar kita dilaksanakan pada semester 2, ada tiga subtema pada tema 9 kelas 5 Kurikulum 2013 revisi terbaru yaitu Subtema 1 Benda Tungggal dan Benda Campuran, Subtema 2 Benda dalam Kegiatan Ekonomi, dan Subtema 3 Manusia dan Benda di Lingkungannya. 

Kumpulan Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9
Download soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD semester 2 tema 9 subtema 1-3.

Baca juga : 
Contoh Soal Penilaian Harian Kelas 5 Tema 9

MUATAN PPKn KD 3.4
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di sekolah adalah ….
a. tawuran
b. mengejek teman
c. kerja bakti
d. acuh tak acuh
2. Jika ada temanmu yang sakit maka sikapmu sebaiknya ….
3. Bergotong royong membersihkan lingkungan merupakan contoh sikap ….
4. Sebutkan 3 contoh perilaku yang mencerminkan persatuan dan kesatuan di lingkungan sekitarmu!

MUATAN IPS KD 3.3
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Kebutuhan manusia yang harus dipenuhi sebelum terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan lainnya disebut kebutuhan ….
a. tersier
b. sekunder
c. primer
d. tambahan
2. Usaha atau kegiatan yang mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi disebut ….
3. Sebagian besar masyarakat di daerah pegunungan bekerja sebagai ….
4. Apa yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi? Berikan 3 contohnya!

MUATAN SBdP KD 3.4
Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!
1. Kain yang dibuat dengan bahan benang dan lunsin adalah kain ….
a. batik
b. tenun
c. ulos
d. songket
2. Alat yang digunakan untuk menenun dari Bali terkenal dengan sebutan ….
3. Warna khas batik Bangoan adalah ….
4. Mengapa harga kain tenun tradisional lebih mahal disbanding dengan lainnya?

Selengkapnya soal penilaian harian atau ulangan harian Kurikulum 2013 untuk kelas 5 SD semester 2 tema 9 subtema 1-3 dapat didownload melalui tautan berikut ini:
Pembelajaran tema 9y kelas 5 mengandung lima muatan mata pelajaran, yakni PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan SBdP. Selain kompetensi pengetahuan, siswa juga harus menguasai komptensi ketrampilan sesuai standar isi Kurikulum 2013. 

dulursongo.com | 18 April 2018 
Selengkapnya

Selasa, 17 April 2018

Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan

Dulursongo.com | Sistem pendidikan di Indonesia dinilai tidak banyak memberikan ruang untuk pengembangan diri dan cenderung membelenggu kreativitas anak. Saat ini, anak-anak lebih banyak terbebeban materi pelajaran yang membuat daya kritis mereka justru tidak muncul. Hal ini dikarenakan orientasi sekolah hanya untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi. 

Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan

Fungsi pengajar juga belum mampu memberikan perubahan besar bagi peserta didik. Guru belum siap mengantarkan anak didiknya untuk menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang. Padahal, di era disrupsi seperti saat ini yang paling dibutuhkan justru guru yang lebih berfungsi sebagai motivator, menjadi role model, yang menginspirasi, serta mampu membangun karakter anak didiknya.

Baca juga:
Sehingga, perlu ada transformasi mendasar pada sistem pendidikan di negeri ini. Sistem yang maksud berupa pendidikan yang benar-benar memberikan ruang kreativitas bagi anak dengan para guru yang bisa menjadi motivator dalam meningkatkan kompetensi anak.


“Di sinilah, gerakan sekolah menyenangkan hadir dengan menawarkan konsep transformasi melalui penciptaan sebuah ekosistem sekolah yang lebih siap mengantarkan anak-anak didik yang siap menjawab tantangan jaman,” kata Pengamat Pendidikan, Muhammad Nur Rizal yang dulursongo.com kutip dari Republika (17/04/18).

Rizal menjelaskan, ada empat prinsip utama ketika sekolah itu menjadi sebuah ekosistem sekolah yang menyenangkan, yakni learning environment, pedagogical practice, character development, dan school connectedness. Keempat prinsip itu yang patut menjadi perhatian bersama demi tumbuh- kembang segala potensi anak. 

Sedangkan ekosistem sekolah menyenangkan antara lain memiliki ruang aktivitas fisik dan emosi, interaksi yang hangat, dan saling menghargai dalam kegiatan belajar, sehigga siswa merasa aman dan percaya diri serta pembelajarannya terhubung pada persoalan nyata.

Sekolah masa depan menggunakan metode belajar yang tidak hanya abstraksi membaca buku lalu ujian. Namun lebih memandang kepada persoalan nyata atau tematik dan itu membutuhkan paradigma yang berkembang di masa mendatang. Sekolah yang memberikan proses pengajaran yang bukan ordering, tapi coaching, melalui pendampingan, guru yang menginspirasi dan memotivasi.

“Oleh karena itu, ekosistem sekolah yang positif ini menjadi penting, demikian halnya pola pengajaran yang berpusat kepada siswa,” kata Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) tersebut dalam workshop GSM di hadapan 32 perwakilan sekolah dasar (SD) se-Kota Semarang, di aula Gedung Labschool Universitas Negeri Semarang (Unnes).

dulursongo.com | 18 April 2018 
Selengkapnya

Senin, 16 April 2018

Cara Buat Opor Ayam Bumbu Kuning Maknyus

Cara Buat Opor Ayam Bumbu Kuning Maknyus

Dulursongo.com- Hai sahabat dulursongo, dalam kesempatan kali ini saya akan membagikan resep makanan yang simpel namun sangat menarik selera makan anda, apalagi sebentar lagi tiba bulan ramadhan,

     Menu makanan yang satu ini sangat cocok bila di nikmati pas waktu buka puasa bersama keluarga besar di rumah,di jamin suwami dan anak anda ketagihan,selera makan pun jadi bertambah.

  Simak bahan dan langkah-langkah untuk membuatnya ya, bila perlu siapkan buku buat mencatatnya,


Cara Buat Opor Ayam Bumbu Kuning Maknyus
opor ayam bumbu kuning maknyus


Bahan-bahan:
  • 1/2 ekor ayam
  • 4 lembar daun salam
  • 2 batang serai memarkan
  • 2 lembar daun jeruk buang batang tengahnya
  • Garam
  • Gula pasir
  • 500 ml air matang untuk merebus ayam
  • 300 ml santan cair dari 1/2 butir kelapa
  • 300 ml air kaldu ayam
  • Minyak untuk menumis
  • Bawang goreng
Bumbu yang di haluskan:
  • 5 butir bawang merah
  • 3 butir bawang putih
  • 2 butir kemiri disangrai
  • 1/2 sdt lada disangrai
  • 1/4 sdt jinten disangrai
  • 1/4 sdt ketumbar disangrai
  • 2 cm jahe yg sudah dibakar
  • 3 cm kunyit yg sudah dibakar
Langkah-langkah:
  1. Cuci bersih ayam yg sudah dipotong menjadi 8 atau sesuai selera. Rebus ayam dengan air matang lalu masukkan sejumput garam, 2 lembar daun salam dan 1 batang serai. Rebus ayam hingga mendidih lalu sisihkan. Saring air rebusan ayam ambil 300ml lalu sisihkan.
  2. Tumis bumbu halus lalu masukkan serai,daun salam dan daun jeruk. Tumis bumbu hingga harum.
  3. Lalu masukkan ayam,aduk rata. Lalu masukkan air kaldu masak hingga mendidih lalu masukkan garam dan gula. Tes rasa.
  4. Setelah rasa sudah pas masukkan air santan, masak sambil diaduk2 agar santan tidak pecah. Masak hingga matang.
  5. Sajikan opor dengan ditaburi bawang goreng.

Cara Buat Opor Ayam Bumbu Kuning Maknyus
opor ayam bumbu kuning maknyus

    Mudah dan praktis kan, dijamin rasanya maknyus, dan semua keluarga besar betah makan di rumah,

   Selamat mencobanya ya..!! 
Kunjungi terus artikel dulursongo wahana informasi masakini, dan tunggu resep yang akan saya bagikan berikutnya.
Selengkapnya

Juknis Pengisian Blangko Ijazah SD Tahun 2018

Dulursongo.com | Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis petunjuk teknis (Juknis) penulisan ijazah atau pedoman pengisian blangko ijazah satuan pendidikan dasar tahun pelajaran 2017/2018. Dalam Buku Pedoman Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2017/2018 diatur petunjuk umum dan petunjuk khusus sebagai acuan penulisan ijazah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).


Juknis atau panduan serta pedoman pengisian ijazah SD pada tahun pelajaran 2017/2018 sesuai dengan Peraturan Kepala Balitbang Kemendikbud Nomor 016/h/ep/2018 tentang bentuk, spesifikasi, dan pengisian blangko ijazah. Terdapat tiga jenis ijazah yaitu; ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013, dan ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK). 

Baca juga:

Perbedaan ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013 terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka. Contoh Kode Blangko Kode Keterangan DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013 dan DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006.

Petunjuk khusus pengisian blangko ijazah SD tahun 2018 dibagi dalam petunjuk pengisian balngko ijazah halaman depan dan dan halaman belakang. Halaman depan berisi tentang petunjuk penulisan nama Kepala Sekolah, nama siswa, orang tua, tanggal lahir, pengisian nomor induk siswa nasional pemilik ijazah, dan sebagainya.

Sedangkan halaman belakang ijazah memuat nilai siswa, dan identitas siswa. Pengisian nilai rata-rata rapor untuk tingkat SD diambil dari rata-rata nilai semester 7, 8, 9, 10, dan 11. Gabungan nilai rata-rata rapor dengan nilai ujian sekolah berstandar nasional yang perbandingannya ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

Selengkapnya petunjuk teknis atau pedoman pengisian blangko ijazah untuk tingkat SD tahun pelajaran 2017/2018 dari Balitbang Kemendikbud bisa didownload di tautan berikut ini:

Ijazah ditulis tangan dengan huruf kapital yang baik, benar, jelas, rapi, mudah dibaca, dan bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko yang baru.


Dulursongo.com | 17 April 2018 
Selengkapnya

TPG 2018 Cair Sesuai PMK Nomor 50/PMK.07/2017

Dulursongo.com | Seluruh guru yang telah lulus sertifikasi profesi, baik PNS maupun non-PNS berhak atas tunjangan profesi guru (TPG). Demikian pula, guru-guru yang bertugas di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, terluar). Pencairan TPG tahun 2018 dilakukan dalam empat tahap selama setahun, atau per triwulan. Dasar pembayaran tunjangan profesi tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 50/PMK.07/2017 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa. 

Proses pencairan TPG melalui berbagai tahap pengusulan dan validasi. Langkah pertama, pengisian data guru melalui aplikasi Data Pokok Kependidikan (DAPODIK) sebagai wadah besar semua data pendidik. Dapodik dimaanfaatkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sebagai pengelola Sistem Informasi Manajemen Tunjangan (SIMTUN) untuk menjaring data yang akan digunakan dalam penerbitan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP).

Baca juga:

Para guru yang telah menerima SKTP tidak serta merta menjadi penerima tunjangan profesi.Menurut Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Hamid Muhammad, SKTP memang menjadi salah satu pertanda bahwa guru memang berhak atas tunjangan profesi. Namun, bila guru tidak mengajar selama 24 jam tatap muka per pekan, maka dia tak berhak mendapatkan TPG. 

Bagi guru PNS pemerintah daerah, alokasi dana tunjangan sertifikasi guru ini sudah tersedia di kas daerah sejak awal tahun anggaran. Besarnya sesuai dengan usulan yang diajukan pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Selanjutnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan, mentransfer dana tersebut ke kas pemerintah daerah masing-masing.

Sementara itu, pembayaran TPG bagi guru bukan PNS masuk ke dalam anggaran Kemendikbud. Oleh karenanya, dana tunjangan akan langsung dikirim Kemendikbud ke rekening masing-masing guru.

“Apabila para guru bukan PNS sudah memenuhi ketentuan atau persyaratan yang ditetapkan,” kata Hamid yang Dulursongo.com kutip dari Kompas (16/04/18).

Pemerintah daerah tingkat provinsi mau pun kabupaten/kota perlu memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam DAPODIK sesuai dengan data riil di lapangan. Untuk itu, pemerintah daerah berkewajiban melakukakan validasi keakuratan data guru setelah SKTP diterbitkan. Bila telah sesuai, maka penyaluran tunjangan profesi guru bisa dilakukan.

Dulursongo.com | 16 April 2018 
Selengkapnya
Silahkan di Like Dulu ya kawan..!!!

×